images
Dendy Herdianto

Dendy Herdianto

Business Developer, Content Writer, Islamic Economic Enthusiasm

Sales Funnel, Sebuah Strategi Penjualan di Era Digital 4.0

Dunai online saat ini bagaikan bagian dari kehidupan manusia. Bahkan hampir sebagian besar kehidupan kita sebagai manusia tersandarkan hanya melalui online. Handphone yang selalu mengikuti kemanapun majikannya pergi seakan tak pernah luput dari pandangan pemiliknya. Melihat kondisi seperti ini, bukan merupakan hal yang aneh bila kemudian banyak orang memanfaatkannya untuk terus mempromosikan produknya. Berbagai macam iklan ia tampilkan. Berbagai penawaran ia coba dan terus berusaha hingga calon pembelinya benar-benar membeli produknya. sayangnya tidak banyak orang yang berhasil melakukannya hingga closing. Berbagai macam alasan penolakan baik langsung ataupun tidak langsung seakan sudah menjadi makanan sehari-hari mereka. 

“Maaf mas, saya sedang tidak ada uang”

“wah produknya bagus, tapi saya belum butuh sekarang nih”

“Maaf mas, saya sudah pakai yang lain”

“Wah mahal banget”

Dan berbagai macam perkataan lainnya. Biasa? Tentu saja. Karena penolakan bukanlah sesuatu yang asing dalam dunia penjualan. Apalagi para pelaku MLM (Saya pernah ngalamin juga soalnya. hehe)

Lalu, gimana dong supaya produk kita mau dibeli?

Sederhana. gunakan teori perlahan-lahan tapi pasti. Maksudnya gimana tuh?

Jadi gini, sudah tahu konsep sales funnel. Sederhananya, apakah anda tahu corong?

Iya, yang biasa anda lihat ketika ngisi bensin eceran. Kalau diperhatikan, bentuk corong itu kan mulai dari atas permukaannya besar hingga menyempit ke bawah. Nah, itulah konsep funnel.

Konsep ini digunakan untuk mengantarkan calon pembeli melewati berbagai macam tahapan hingga membeli produk yang kita jual.

Gambar di atas adalah bentuk ilustrasi bagaimana tahapan-tahapan yang perlu dilalui agar produk kita pada akhirnya closing.

Tahap pertama adalah awareness.

Pada tahapan ini, anda sebagai penjual harus memberikan sebuah edukasi terkait dengan produk yang anda jual. Tapi ingat, dalam tahapan ini jangan langsung menjual produknya. Anda jelaskan sesuatu yang berkaitan dengan produknya. Contohnya, kalau anda ingin menjual jersey bola. Maka anda harus menceritakan ketertarikan anda terhadap bola. Terus edukasi calon pembeli terkait dengan sepakbola

Tahap Kedua adalah Interest

Pada tahapan ini, adalah mereka yang kemudian tertarik dengan perbincangan anda. Mereka tidak segan-segan akan mengikuti group yang anda buat. Baik di Facebook, WA, Telegram, atau dimanapun. Pada tahap ini, jangan langsung menjual produk (Hard Selling). Tapi tetaplah beri edukasi dan perlahan-lahan masukkan promosi produk anda (soft selling). Teknik ini memang perlu menggunakan copywriting yang ciamik.

Tahap Ketiga adalah Decision.

Tahapan ini adalah yang menentukan. Mereka yang mulai terpengaruh oleh sihir kata-kata yang telah anda tuliskan  (copywriting). Akan mulai memutuskan untuk membeli produk anda. Anda harus kawal terus dan pastikan bahwa anda telah belajar teknik-teknik closing yang akhirnya bisa membuat produk anda benar-benar terbeli.

Tahap Keempat adalah Action

Yap, inilah tahap terakhir. Tahap dimana anda telah menikmati hasil dari perjuangan anda menggiring calon pembeli menjadi pembeli dan akhirnya melakukan repeat order terhadap produk yang anda jual. Saran saya dalam tahap ini, anda jangan tinggalkan kolam yang telah anda buat. Terus rawat kolam tersebut dengan tetap memberikan edukasi-edukasi. Kalau anda jual jersey, anda berikan edukasi/sharing tentang bola. Kalau produk anda buku-buku islami/hijab anda berikan edukasi/sharing tentang agama, kalau produk anda adalah jasa pendidikan anda berikan edukasi tentang cara belajar dan sebagainya.

Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua.

Silahkan dibagikan bila bermanfaat.

SHARE THIS POST

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn