SalamWeb
Dendy Herdianto

Dendy Herdianto

Business Developer, Content Writer, Islamic Economic Enthusiasm

SalamWeb : Startup berbentuk Browser Halal dari Malaysia

Tingginya jumlah umat islam dan minat terhadap sesuatu yang bernafaskan islam mendorong startup asal negeri jiran ini menciptakan sebuah web browser dengan tajuk Halal Browser. Startup tersebut bernama SalamWeb. Selain adanya permintaan, munculnya startup ini juga dilandasi atas meningkatnya kekhawatiran  terhadap penyalahgunaan internet.

SalamWeb tersedia dalam 2 versi browser yaitu versi desktop dan mobile. Ia dirancang untuk memberikan pengalaman web yang moslem friendly.  Menurut Hasni Zarina Mohamed Khan selaku direktur pelaksana di SalamWeb, pengguna aplikasi ini mencakup 2 negara diantaranya Malaysia dan Indonesia. Kedua negara yang memiliki penduduk mayoritas islam.

Potensi Salamweb

SalamWeb melihat terdapat peluang yang dapat diambil yaitu ketika raksasa internet yaitu Google, Facebook dan Twitter dikritik dikarenakan berbuat terlalu sedikit untuk menangani konten berbahaya dan informasi palsu. Kelompok hak asasi manusia Amnesty International juga melihat interaksi yang kasar bahkan sampai menyimpulkan bahwa Twitter adalah “tempat beracun bagi perempuan.”

Melihat hal tersebut Hasni Zarina berkata, “Kami ingin menjadikan internet sebagai tempat yang lebih baik, karena kami tahu internet memiliki aspek yang baik dan yang buruk, sehingga SalamWeb menawarkan alat untuk membuat aplikasi ini  memungkinkan Anda berselancar menggunakan internet untuk melihat yang baik.”

SalamWeb menggunakan filter konten yang diperiksa untuk menandai apakah halaman web yang diakses adalah tepat, netral atau tidak tepat. Aplikasi ini juga mencoba untuk  memperingatkan pengguna ketika mereka mendekati situs yang mengandung unsur perjudian atau pornografi. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan secara khusus fitur seperti waktu sholat dan indikator untuk Kiblat, atau arah untuk seorang Muslim ketika berdoa.

Menurut Dewan Pengawas Amanie Shariah produk ini memenuhi ketentuan syariat yang independen, dan dibangun di atas perangkat lunak Chromium open-source yang menjadi dasar browser web Google Chrome. Hukum syariah melarang kegiatan yang dianggap tidak etis, seperti perjudian, pelacuran dan bisnis yang terkait alkohol dan babi, serta produk keuangan berbasis minat.

Hasni Zarina menambahkan bahwa SalamWeb meskipun ditagetkan untuk umat Islam, namun nilai-nilai yang dibawa  bersifat universal sehingga bisa digunakan oleh siapa saja. Pada akhirnya, Internet bisa menjadi tempat yang nyaman dan memberikan nilai-nilai kebaikan dan memfilterkan keburukan.

SHARE THIS POST

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn