india-4051753_1280
Dendy Herdianto

Dendy Herdianto

Business Developer, Content Writer, Islamic Economic Enthusiasm

Konsep Dasar Kerangka Islam

Berbicara tentang Islam, maka akan ada banyak hal yang dapat dibahas lebih dalam dari segala macam aspek. Karena pada dasarnya Islam merupakan agama universal yang membahas segala hal dari hulu ke hilir dan dari yang berada di permukaan hingga ke paling dalam.

Dr. Kaelany dalam bukunya, Islam Agama Universal menggambarkan kerangka agama Islam dalam sebuah bagan yang setidaknya ada 3 konsepsi dasar dalam kerangka agama Islam, yaitu :

  1. Aqidah

  2. Syariah

  3. Akhlaq

Aqidah adalah sesuatu yang tidak dapat ditolerir. Seseorang dianggap beragama Islam ataupun kafir, dinilai dari aqidah yang dianut. Sederhananya, ini berbicara tentang hal yang paling fundamental dalam kehidupan berislam yaitu menyangkut masalah iman. Konsepsi iman sendiripun memiliki 3 hal, diantaranya :

  1. Tashdiqul Fii Qolbi (Dibenarkan dalam hati)

  2. Wa ikraru bii lisan (Dinyatakan dalam lisan)

  3. Wa amaalan bil arkan (Dibuktikan dengan amal perbuatan)

Ketiadaan salah satu diantaranya pertanda ia tidak beriman. Anda mungkin sudah mengenal bahkan dari sejak SD sudah diajarkan jumlah rukun iman beserta isinya.

  1. Iman kepada Allah

  2. Iman kepada Malaikat

  3. Iman kepada Kitab

  4. Iman kepada Nabi

  5. Iman kepada Hari Akhir

  6. Iman kepada Takdir

Kembali pada konsepsi iman. Sehingga, secara sederhana mengimani Allah tidak hanya sekedar percaya bahwa Allah itu ada. Tetapi juga menyatakannya dengan lisan.

Ini dapat dibuktikan dengan mengucapkan kalimat tauhid (Laa illa ha illallah : tiada Tuhan selain Allah) ataupun dengan mengucap 2 kalimat syahadat.

Cukup sampai disitu? Belum.

Anda harus mampu membuktikan itu dengan sebuah tindakan. Karena ucapan tanpa bukti, itu hanya sekedar bualan belaka. Anda perlu ingat bahwa pengucapan 2 kalimat syahadat bukan sesuatu yang sederhana.

Terdapat konsekuensi dibalik pengucapannya. Sederhananya, Anda wajib menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.

Syariah, yaitu sebuah ketentuan yang berasal langsung dari Allah SWT untuk mengarahkan manusia ke arah yang benar.

Sebagaimana dalam ummul qur’an suratul Fatihah yang terdapat pada ayat ke 6 yang mana Allah SWT berfirman :

“اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ”

Artinya :  “Tunjukki Aku Jalan yang lurus”

Yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang dilalui oleh orang-orang beriman dan tidak dilalui oleh orang-orang yang sesat.

Untuk mencapai jalan tersebut, maka dibutuhkan aturan. Karena memang pada dasarnya agama secara bahasa saja artinya ketiadaan kekacauan.

Sehingga, agama memang ada untuk mengatur. Syariah merupakan terminologi yang digunakan untuk mengaturnya.

Akhlaq, yaitu setiap perilaku yang dilakukan individu dalam berinteraksi dengan hal-hal yang berada di sekitarnya. Tidak hanya manusia, tetapi seluruh alam beserta isinya. Sebagaimana Allah firmankan dalam Q.S Al-Baqarah ayat 30, yaitu :

Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

Dalam surat tersebut manusia diperintahkan menjadi khalifah di muka bumi.

Untuk siapa? Untuk seluruh alam semesta beserta isinya. Sehingga tidak hanya manusia lain, tetapi juga hewan, tumbuhan, lingkungan dan sebagainya. Pemaknaan khalifah dalam konteks ayat ini dapat diartikan sebagai pemimpin.

Dan yang namanya pemimpin, wajib hukumnya bersikap layaknya pemimpin, salah satu diantara sikapnya yaitu memiliki akhlaqul karimah.

Meskipun demikian, beberapa ulama ada yang kemudian membagi akhlaq ke dalam beberapa golongan yaitu akhlaqul mahmudah (karimah) dan Mazmumah. Gampangnya, akhlaqul mazmumah adalah aklaq yang tercela.

Contoh : bersikap egois, pembohong, tidak bertanggung jawab dan sebagainya

Demikianlah konsep dasar Islam sebagai agama yang syamil mutakammil.

SHARE THIS POST

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn