analyzing-3385076_640
Dendy Herdianto

Dendy Herdianto

Business Developer, Content Writer, Islamic Economic Enthusiasm

Inilah 5 Keterampilan yang Harus Dimiliki oleh Seorang Manajer

Pernah dengar kata manage? Tau kan artinya apa? Yap, artinya adalah mengatur, mengelola, mengorganisir dan sejenisnya. Istilah ini dalam dunia profesional digunakan dalam sebuah pekerjaan yang dikenal dengan istilah manajemen. Orang yang bekerja dengan cara tersebut disebut sebagai Manajer. Kamu pasti tidak asing dengan pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang banyak didambakan oleh mereka yang sedang mencari kerja ataupun yang sedang berkarir. Tapi sebagaimana umumnya sebuah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan, menjadi seorang Manajer juga memerlukan keterampilan. Robert L Katz seorang psikolog dan organisasi asal Amerika merumuskan 3 keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Apa saja itu?

Keterampilan Konseptual (Conceptual Skill)

Tidak ada bisnis/organisasi yang besar tanpa konsep yang mumpuni. Inilah kemampuan yang sangat penting dimiliki oleh seorang manajer utamanya manajer tingkat atas (CEO, CIO, CFO, Manajer Eksekutif, dsb). Konsep/ide/gagasan menjadi hal utama yang dibangun atau langkah awal untuk mencapai tujuan bisinis/organisasi. Konsep yang sudah dibangun kemudian dirumuskan dalam rencana strategis yang kemudian masuk ke dalam level perencanaan (planning) dalam proses manajemen. Katakanlah perusahaan A memiliki tujuan untuk menjadi pusat ekonomi dan bisnis syariah di Indonesia. Maka konsep yang dibangun bisa berupa bisnis model seperti membangun platform pembelajaran online, platform media khusus ekonomi dan bisnis syariah dan sebagainya. Dari konsep tersebut dirumuskan dalam rencana strategis atau planning seperti persiapan sdm, infrastruktur website dan sebagainya.

Keterampilan Berinteraksi (Human Interaction Skill)

Kemampuan selanjutnya adalah keterampilan interpersonal. Keterampilan ini terkait cara berinteraksi atau berkomunikasi dengan orang lain. Bila ia berhubungan atau berkomunikasi dengan orang luar maka ia harus mampu menciptakan komunikasi yang profesional, tidak terbata-bata dan mampu meyakinkan. Adapun terhadap pegawai yang ia diamanahkan untuk membawahinya maka komunikasi yang dibangun adalah yang persuasif, bersahabat dan berwibawa. Sifat komunikasi tersebut akan membuat pagawai merasa dihargai yang kemudian membuat mereka akan terbuka kepada pimpinan. Kemampuan ini diperlukan oleh manajer dalam setiap level baik level atas, level menengah maupun level bawah. Bayangkan ketika seorang manajer tidak memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Dapat berakibat pada kinerja pegawai yang tidak maksimal atau bahkan menyebabkan seorang pegawai tidak betah bekerja pada tempat tersebut yang akhirnya membuat dirinya mengundurkan diri.

Kemampuan Teknis (Technical Skill)

Berbeda dengan 2 keterampilan sebelumnya yang sifatnya adalah soft skill, maka keterampilan ini lebih bersifat hard skill. Sederhananya keterampilan ini menuntut manajer untuk melakukan pekerjaan yang sifatnya teknis seperti menggunakan software komputer, memperbaiki sebuah mesin, pembukuan dan sebagainya. Keterampilan ini dikhususkan buat mereka yang menjadi manajer pada tingkat yang lebih rendah atau manajemen lini pertama (First-line management).

Nah itulah 3 keterampilan yang diperlukan oleh seorang manajer yang telah dirumuskan oleh Robert L Katz. Kemudian Ricky W Griffin yang merupakan penulis buku Management menambahkan 2 keterampilan tambahan yang diperlukan oleh seorang manajer. Apa saja 2 keterampilan tersebut?

Keterampilan Mengatur Waktu (Time Management Skill)

Kamu mungkin tidak asing dengan kalimat “Time Management”. Ini memang skill yang seharusnya dimiliki oleh banyak orang terlebih mereka yang menjadi seorang manajer. Sederhananya kemampuan time management adalah kemampuan seorang manajer dalam mengalokasikan waktunya secara bijaksana. Setiap waktu yang dihabiskan oleh manajer sangatlah berharga bahkan setiap menitnya sangat berharga. Griffin memberikan contoh seorang manajer Frankfort yang pada tahun 2004 memiliki gaji US$ 2 juta per tahun. Bila ia memiliki waktu kerja 50 jam setiap minggu dengan waktu cuti selama 2 minggu maka bila dibagi dalam setiap jam, gaji yang ia dapatkan senilai US$ 800 per jam atau sekitar US$13 per menit. Dari hitungan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa setiap menit seorang manajer bila terbuang sia-sia akan sangat merugikan organisasi/bisnis yang sedang ia jalankan. Maka wajar bila ada istilah time is money. Karena memang setiap waktu adalah aset yang berharga yang bila disia-siakan menyebabkan kerugian.

Keterampilan Mengambil Keputusan (Decision Making Skill)

Dinamika sebuah bisnis/organisasi menuntut seorang manajer untuk membuat keputusan. Tentunya keputusan yang dibuat didasarkan pada pemikiran yang matang sehingga dapat memberikan solusi yang terbaik. Bukan keputusan yang didasarkan pada ego semata. Pada umumnya kemampuan ini diperlukan oleh seorang manajer di setiap level, tapi yang paling utama adalah buat mereka yang menempati posisi manajer pada level atas (top manager). Griffin menjabarkan bahwa ada 3 langkah dalam membuat keputusan.

  1. Definisikan masalah dan cari alternatif terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  2. Evaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih alternatif yang berdasarkan analisa merupakan alternatif terbaik.
  3. Implementasikan alternatif yang telah dipilih kemudian mengawasi dan mengevaluasinya ketika sudah agar tetap sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

 

Demikianlah lima keterampilan dari Robert dan Griffin yang harus dimiliki oleh seorang manajer. Kalau kamu bercita-cita menjadi seorang manajer sebuah perusahaan maka kamu pelajari dahulu keterampilan-keterampilan tersebut.

SHARE THIS POST

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn