laptop-3190194_640
Dendy Herdianto

Dendy Herdianto

Business Developer, Content Writer, Islamic Economic Enthusiasm

5 Komponen Ekosistem Digital yang Kamu Perlu Ketahui (part 1)

Istilah Vuca pertama kali hadir tahun 1987 pada bidang militer yaitu ketika terjadi kondisi yang penuh ketidak pastian dan secara dinamis mengubah situasi militer yang mana terjadi lack of information. Istilah ini kemudian digunakan sebagai sebuah term pada era bisnis sekarang. Secara sederhana, VUCA adalah sebuah kondisi dimana keadaan berubah begitu cepat dan mengalami lonjakan yang tidak terprediksi. 

VUCA adalah sebuah akronim dari kata volatility, uncertainty, Complexity dan ambiguity. Pada artikel ini, kamu akan memahami lebih lanjut terkait konsep dasar VUCA tersebut. 

  • Crowd Funding

Istilah ini seharusnya sudah tidak asing lagi. Khususnya mereka kaum milenial.

Sederhananya, Crowdfunding didefinisikan sebagai praktik pendanaan proyek dengan mengumpulkan sejumlah uang dari sejumlah orang.

Dana yang masuk bisa bersumber dari mana saja. Bisa dari keluarga, teman, rekan kerja dan siapapun yang terhubung dengan ide yang sedang didanai.

Kamu pasti mengenal kitabisa.com? Yap, ini adalah salah satu website crowdfunding yang terkenal di Indonesia.

Umum digunakan untuk proyek yang sifatnya sosial dan kemanusiaan. Selain kitabisa, nama lain seperti Kickstarter, IndieGoGo, RocketHub juga merupakan startup crowdfunding lainnya.

Mereka yang hendak membuat proyek akan membuat foto, video singkat dan narasi yang akan menyentuh sisi emosional donatur sehingga ia akan secara loyal memberikan uangnya untuk projek yang dipilih.

Selain narasi yang ciamik, Persaingan untuk membuat foto profil dan video menarik juga merupakan tantangan bagi para pembuat projek. Semakin bagus foto dan video yang dibuat maka semakin besar peluang projeknya akan didanai.

Mengumpulkan dana melalui crowdfunding ternyata memiliki kerugian dan keuntungan. Apa saja?

Keuntungan :

  1. Pemilik usaha rintisan bisa mendapatkan dana yang diperlukan untuk membiayai usahanya.
  2. Berpeluang mendapatkan masukan dari orang-orang yang berkontribusi membantu projek kita.

 

Kelemahan :

  1. Pemilik usaha perlu meningkatkan kepercayaan tinggi untuk bisa mendapatkan pendanaan dari para donatur
  2. Masih banyak negara, termasuk Indonesia, yang belum memiliki aturan jelas yang mengatur cara mendapat pendanaan dengan model crowdfunding.
  • Crowd Sourcing

Lain halnya dengan crowdfunding, model crowdsourcing lebih bersifat umum. Sederhananya, crowdsourcing adalah proses menerima berbagai ide, kontribusi, kolaborasi,jasa, bahkan dana dari berbagai orang di ranah digital.

Contoh model crowdsourcing sebenarnya sudah kita kenal tapi mungkin kitanya yang tidak sadar. Tahu aplikasi Waze? Waze merupakan aplikasi yang memberikan informasi lalu lintas dengan memanfaatkan informasi dari para penggunanya.

Siapa yang tidak mengenal wikipedia? situs sejuta informasi ini (tapi jangan dipakai buat karya ilmiah ya) merupakan ensiklopedia daring yang memanfaatkan partisipasi netizen.

Nah, masih hangat-hangatnya pemilu kan? dengan memanfaatkan media sosial, ternyata pemilu bisa dikawal dari terjadinya kecurangan pada perhitungan suara melalui KawalPemilu.org

  • Project

Gojek sebagai aplikasi yang sukses di bidangnya, mampu menemukan ide atas masalah yang dihadapi masyarakat. Apakah masalah tersebut? Yap, masalah tersebut adalah kemacetan yang sudah lama menjadi momok bagi para urban di ibu Kota.

Sama halnya seperti Gojek, para pemain usaha rintisan memang sudah kewajibannya untuk berfokus pada pemberian solusi terhadap berbagai masalah yang ada pada kehidupan orang-orang tiap hari.

Bingung mendapatkan ide menarik? Situs Ideawatch mungkin bisa menjadi solusinya. Situs ini menampung berbagai ide yang ingin dikembangkan oleh para netizen, khususnya yang berasal dari Amerika Serikat. Salah satu ide yang disampaikan di laman ini adalah pembuatan aplikasi untuk mengatasi banyaknya makanan yang terbuang sia-sia di restaurant.

Selain itu, ada beberapa cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan ide yang mumpuni diantaranya :

  1. Perbanyak membaca buku
  2. Tonton Ted Talk atau Ted Ed
  3. Berpergian ke tempat baru
  4. Cari hobi baru
  5. Janggan enggan berjalan atau berolahraga untuk menyegarkan pikiran dan memudahkan menemukan ide
  • Start-Up

Eric Ries menyebutkan bahwa Startup adalah institusi manusia yang hadir untuk membawa ide ditengah ketidakpastian. Tatkala krisis ekonomi melanda Indonesia, nyatanya UKM terbukti memiliki kekuatan yang demikian besar bahkan mengalahkan perusahaan-perusahaan besar yang akhirnya harus gulumg tikar. UKM mampu mendobrak roda perekonomian.

Semangat berwirausaha terus digaungkan, terlebih dengan pertumbuhan digital yang tinggi. Kini para wirausaha bisa memanfaatkan dunia maya untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Tren startup di Asia Tenggara terdiri dari : e-commerce, marketplaces, fintech, transportasi, big data, dan infrastruktur internet.

Berdasarkan data dari CBInsights, saat ini terdapat 169 perusahaan rintisan yang termasuk dalam kategori unicorn. 

  • Incubator

Program inkubator adalah program yang disediakan untuk para startup agar bisa mengembangkan usahanya dengan lebih baik. Pada program ini startup akan dibimbing dan  dilatih untuk membangun startupnya. waktu yang umum dibutuhkan bagi startup untuk ikut serta daalam program ikubator adalah sekitar 6 bulan atau lebih.

Mengapa lama? karena pada program inkubasi, startup yang dibimbing bukan hanya mereka yang sudah memuliki tim atau memiliki produk, tapi juga mereka yang startupnya masih berupa ide yang masih mentah, sehingga perlu proses seperti validasi ide, produk, hingga proses persiapan terjun ke pasar.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa program inkubator yang bisa kamu ikuti untuk mempercepat pertumbuhan startupmu. Sakah satunya program Indigo Incubator. Program ini sudah ada sejak tahun 2013 yang diinisiasi oleh Telkom. Mereka yang terpilih untuk diinkubasi mendapatkan kesempatan mendapatkan pendanaan tahap awal dan mentoring serta mengikuti inkubasi di Bandung Digital Valley atau Jogja Digital Valley.

Studi dari AS menunjukkan bahwa 87% startup yang diinkubasi ternyata dapat bertahan dan berjaln dengan lebih baik. Hal ini dikarenakan inkubatos bisnis adalah program kemitraan sehingga perkembangan bisnis dilakukan bersama-sama dengan tujuan menjadikan usaha yang akan dilakukan menjadi bisnis yang nyata. Diharapkan juga berkembang sesuai visi dan misi perusahaan.

Semangat berwirausaha terus digaungkan, terlebih dengan pertumbuhan digital yang tinggi. Kini para wirausaha bisa memanfaatkan dunia maya untuk memperluas jangkauan pasarnya.

Tren startup di Asia Tenggara terdiri dari : e-commerce, marketplaces, fintech, transportasi, big data, dan infrastruktur internet.

Berdasarkan data dari CBInsights, saat ini terdapat 169 perusahaan rintisan yang termasuk dalam kategori unicorn. 

SHARE THIS POST

Share on facebook
Facebook
Share on linkedin
LinkedIn